TEDUHWEAR: Mengubah Limbah Menjadi Inovasi Fashion

Bagi Tim Werkewer dari Universitas Mercu Buana, inspirasi bisnis bisa datang dari sesuatu yang kerap dianggap tak berguna. Melalui TEDUHWEAR, tiga mahasiswa S1 Manajemen, Amellia Rizqi Maharani, Ayssyah Rahmadini, dan Ferdiansyah Hadinata, mengembangkan ide produk pelindung hujan (rainwear) berbahan limbah banner PVC. Gagasan ini mengantarkan mereka meraih penghargaan Best Innovation kategori mahasiswa dalam Business Plan Competition Revolute II: SparksUp Challenge 2026 yang diselenggarakan oleh Indonesia Banking School (IBS).

Mengusung tema Fashion and Lifestyle, TEDUHWEAR memadukan fungsi pakaian pelindung hujan dengan desain yang menyasar gaya anak muda. Tim ini melihat peluang untuk memberikan nilai baru pada banner bekas sekaligus menghadirkan produk yang memiliki potensi bisnis.

Persiapannya berlangsung penuh tantangan. Amellia, Ayssyah, dan Ferdiansyah hanya memiliki sekitar dua jam menjelang batas akhir pendaftaran untuk merampungkan berbagai kebutuhan kompetisi. Mereka membagi tugas sesuai keahlian: Amellia mengurus keuangan, Ayssyah menangani operasional, dan Ferdiansyah berfokus pada pemasaran. Di tengah keterbatasan waktu, komunikasi dan kerja sama menjadi kunci menyatukan seluruh bagian rencana bisnis.

Bagi mereka, kompetisi bukan sekadar ajang meraih penghargaan, melainkan kesempatan menguji gagasan dan belajar menghadapi tantangan nyata. Pengalaman berorganisasi, termasuk melalui The Executeers Club (X-Club), turut membekali mereka dengan kemampuan bekerja sama, berkomunikasi, dan mengelola waktu.

Ke depan, Tim Werkewer ingin menyempurnakan desain, kenyamanan, dan kualitas TEDUHWEAR, sekaligus menguji respons calon pengguna sebelum mengembangkannya lebih luas. Mereka berharap gagasan ini dapat menjadi contoh bahwa persoalan lingkungan juga bisa membuka peluang kewirausahaan.

Pesan mereka sederhana: jangan menunggu semuanya sempurna untuk memulai. Sebab, keberanian mencoba bisa menjadi langkah pertama untuk mengubah ide menjadi sesuatu yang berarti.