REBASA, Inovasi Mahasiswa UMB untuk Bahasa Daerah
Melestarikan bahasa daerah di era digital menjadi gagasan yang mengantarkan Ayssyah Rahmadini dan Muhammad Zahran Ahnaf, mahasiswa S1 Manajemen Universitas Mercu Buana (UMB), meraih Juara 2 Subtema Pendidikan & Kebudayaan dalam Lomba Esai Online Nasional (LEON). Kompetisi yang diselenggarakan Forum Cendekia Muda Indonesia (Forcemi) ini mengumumkan pemenangnya pada 30 Juni 2026.
Melalui esai berjudul “REBASA: Super App Berbasis AI sebagai Solusi Revitalisasi Bahasa Daerah bagi Generasi Z Menuju Indonesia Emas 2045,” keduanya menawarkan pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI) untuk mengenalkan dan mempelajari bahasa daerah melalui pendekatan digital yang lebih menarik bagi generasi muda.
Bagi Ayssyah dan Zahran, bahasa daerah merupakan bagian penting dari identitas budaya Indonesia yang perlu terus diwariskan. Mereka ingin menjadikan teknologi sebagai jembatan agar generasi muda dapat mengenal kekayaan bahasa daerah dengan cara yang lebih relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Gagasan tersebut dikembangkan melalui riset, diskusi, penulisan, dan revisi selama sekitar dua hingga tiga minggu. Keduanya berbagi peran dalam penyusunan ide, riset, dan pengembangan konsep hingga menghasilkan esai yang utuh.
Perjalanan mengikuti kompetisi juga didukung pengalaman mereka di The Executeers Club (X-Club), komunitas yang memperkenalkan berbagai ajang kompetisi mahasiswa. Dari sana, keduanya belajar mengembangkan gagasan, bertukar pengalaman, dan berani mencoba tantangan baru.
“Setiap kompetisi bukan hanya tentang hasil, tetapi juga tentang keberanian untuk mencoba dan terus menjadi lebih baik dari setiap proses yang dijalani,” ujar Ayssyah.
Bagi keduanya, prestasi ini bukanlah akhir perjalanan, melainkan dorongan untuk terus berkembang. Ayssyah dan Zahran menargetkan kesempatan berkompetisi di tingkat internasional, sembari mengasah kemampuan riset, berpikir kritis, dan kolaborasi.
Melalui REBASA, keduanya menunjukkan bahwa ide sederhana yang berangkat dari kepedulian terhadap budaya dapat dikembangkan menjadi gagasan inovatif dengan memanfaatkan teknologi.
Berita Terbaru Lainnya
Senin, 19 Oktober 2026
Senin, 19 Oktober 2026
Senin, 19 Oktober 2026
Senin, 19 Oktober 2026