Universitas Mercu Buana (UMB) telah menerapkan Green Campus sejak tahun 2008, yang mengacu pada inisiatif berkelanjutan, bertujuan untuk menciptakan lingkungan kerja dan akademik yang ramah lingkungan, hemat energi, serta mendukung ekonomi hijau. Hal tersebut relevan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainability Development Goals / SDGs), khususnya poin 6 (Clean Water and Sanitation), poin 7 (Affordable and Clean Energy) dan poin 13 (Climate Action). UMB sebagai rumah kita bersama, menjadi tumpuan bagi para civitas akademika, baik mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan serta alumni dan masyarakat sekitarnya. Sehingga menjadi kewajiban semua, untuk tetap dan terus menjaga keberlangsungan dan keberlanjutan UMB di masa yang akan datang.
SUSTAINABILITY UMB: RUMAH KITA BERSAMA
PROGRAM YANG TELAH BERJALAN
1. Festival UMB
Jejak panjang Universitas Mercu Buana Jakarta dalam membangun lingkungan hijau telah diawali sejak tahun 2008 lalu. Inisiasi tersebut melalui program Festival UMB, dengan tema Diversity and Green Living, yang melibatkan Kementerian Lingkungan Hidup, siswa siswi SMA / SMK se-Jabodetabek, untuk bersama melakukan penanamn pohon penghijauan, mengumpulkan sampah plastik dan mengedukasi remaja untuk menjaga lingkungan hijau di sekolah masing masing. Melalui seminar Kampus Hijau Sekolah Hijau, bekerjasama dengan Walhi, dengan menanam 100 Pohon Lingkungan, seperti Cengkeh Hijau, Biola Cantik, Glodogan Tiang, Mahoni, Tanjung, Jati Mas dan Tabebuya.
2. Bangunan Ramah Lingkungan
Meningkatnya jumlah mahasiswa UMB berdampak pada jumlah ruangan yang dibutuhkan. Desain dan orientasi bangunan UMB yang baru, sangat memperhatikan iklim tropis, material yang digunakan juga ramah lingkungan. Sebagai penahan panas dari pantulan kaca, jalan di sekitar bangunan menggunakan material lunak sehingga emisi panas matahari dapat langsung diserap ke tanah. Selain itu, penempatan area hijau di sekitar bangunan baru merupakan upaya untuk meningkatkan kampus ke konsep kampus hijau.
3. Area Bebas Rokok
Mengacu pada peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No. 75 Tahun 2005 tentang larangan merokok di gedung pendidikan, UMB menetapkan bahwa Kampus UMB adalah area bebas rokok, sejak tanggal 27 Mei 2009. Sosialisasi dilakukan ke seluruh civitas akademika, dan UMB menerapkan kebijakan sanksi bagi yang melanggar.
Area Gerbang Rektorat

Area Kantin

Area Dormitory

4. Indonesia Green Award
Dalam rangka melestarikan lingkungan hijau di Indonesia, Sekolah CSR La Tofi bersama Majalah Bisnis & CSR telah memberikan apresiasi kepada mereka yang berkomitmen dalam mengembangkan konservasi alam melalui pelaksanaan Indonesia Green Awards 2012 (IGA 2012), yang digelar pada 10 Juli 2012 di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta. Terdapat 21 kategori yang terdiri dari lembaga pendidikan, instansi pemerintah, dan perusahaan. Mereka bergerak di dalam kategori Manufaktur Hijau, Pertambangan Hijau, Energi Hijau, Telekomunikasi Hijau, Hotel Hijau, Rumah Sakit Hijau, Sekolah Hijau, dan untuk kategori Kampus Hijau, yang memenangkan adalah Universitas Mercu Buana.
5. Pengurangan Sampah Plastik dan Penggunaan Tumbler
Sejak tahun 2025 telah dihimbau bagi seluruh civitas akademika UMB untuk menggunakan tumbler (botol minum isi ulang) dalam aktivtias sehari hari di lingkunagn kampus. Mengurangi dan secara bertahap menghentikan penggunaan air minum dalam kemasan plastik sekali pakai (botol atau gelas), baik dalam kegiatan akademik maupun non akademik. Setiap unit kerja agar tidak lagi menyediakan air minum dalam kemasan plastik, dan menggantinya dengan air galon serta penggunaan gelas kaca atau tumbler pribadi. Fasilitas dispenser air minum disediakan di titik strategis untuk mendukung penggunaan tumbler.
6. PENGOLAHAN AIR HUJAN UNTUK KONSUMSI AIR MINUM (Rain water harvesting)
Satu lagi inovasi Universitas Mercu Buana dalam program Ubah Air Hujan Jadi Sumber Kehidupan Berkelanjutan, guna memperkuat komitmennya sebagai kampus hijau dengan mengembangkan sistem pemanenan air hujan berbasis teknologi, dengan nama “SPAHITS” (Sistem Pemanenan Air Hujan berbasis IoT dan Sel Surya) / rain water harvesting. Inovasi ini memanfaatkan air hujan yang selama ini dianggap limbah menjadi sumber air bersih, bahkan air minum, demi mendukung keberlanjutan lingkungan. Dikembangkan oleh tim lintas disiplin ilmu di UMB, SPAHITS mengusung pendekatan teknologi hijau yang cerdas dan efisien. Sistem ini dirancang untuk memanen air hujan dari atap gedung, menyaringnya melalui filter alami dan nano, lalu mensterilisasinya dengan sinar ultraviolet. Energi untuk operasional sistem sepenuhnya disuplai oleh panel surya

7. SKPLU PLN di UMB
SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) adalah fasilitas pengisian daya listrik untuk kendaraan listrik berbasis baterai (Battery Electric Vehicle/BEV), seperti mobil listrik, bus listrik, dan beberapa jenis kendaraan listrik lainnya. SPKLU dapat dianalogikan sebagai "SPBU untuk kendaraan listrik". Infrastruktur ini dikembangkan oleh PLN dan mitra Universitas Mercu Buana, untuk mendukung ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. SPKLU berbeda dengan SPLU (Stasiun Penyediaan Listrik Umum). SPLU umumnya digunakan untuk kebutuhan listrik umum atau pengisian perangkat dan motor listrik berdaya kecil, sedangkan SPKLU dirancang khusus untuk pengisian kendaraan listrik dengan daya yang jauh lebih besar.
Spesifikasi AC Charger (Medium Charging) di UMB
• Daya: 7 kW – 22 kW
• Tegangan: 220–380 Volt
• Arus: 32–63 Ampere
• Konektor: Type 2 IEC 62196
• Waktu pengisian: 4–8 jam (tergantung kapasitas baterai)

8. Fasilitas Efisiensi Energi, Solar Cell UMB
Universitas Mercu Buana terus mewujudkan penghematan energi lebih lanjut dengan memberikan perhatian yang cermat terhadap manajemen energi. Seluruh bagian organisasi dapat menilai konsumsi energinya sendiri dan mewujudkan potensi penghematan energinya melalui kebijakan hemat energi, penerangan LED dan penggunaan solar cell serta pemanfaatan skin building. Penggunaan lampu LED di Gedung E 200 unit dapat menghemat 0.022%, penggunaan solar cell 172 panel (172 x 700 WP) 963.2 Kwh, dari total penggunaan 271217 Kwh, dapat menghemat 0.3%, dan kebijakan efisiensi energi dapat menghemat 16.4%. Penggunaan skin building di Gedung E (5 lantai) dapat menghemat 0.032 %. Total penghematan mencapai 16.8%.

9. Semercu Sahabat Bumi
UMB setiap tahun selenggarakan program SEMERCU Sahabat Bumi adalah program kepedulian lingkungan yang diadakan sebagai bentuk kampanye dan aktivasi yang membangun kesadaran serta mendorong partisipasi aktif sivitas akademika universitas Mercu buana dalam menjaga kelestarian lingkungan. Program ini juga dibuat untuk mendukung pencapaian indikator UI Green metric yang menilai komitmen perguruan tinggi terhadap keberlanjutan lingkungan melalui berbagai aspek kebijakan dan pengelolaan kampus terkait isu-isu lingkungan.