Universitas Mercu Buana (UMB) resmi menjalin kerja sama pendidikan dengan Kedutaan Besar Republik Rwanda di Indonesia melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU), Selasa (29/9/2026). Kerja sama ini membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di bidang pendidikan, pertukaran akademik, beasiswa, penelitian, hingga pertukaran budaya antara Indonesia dan Rwanda. Penandatanganan MoU berlangsung di Ruang Rapat Gedung Rektorat Universitas Mercu Buana, Jakarta, dan disaksikan langsung oleh Duta Besar Republik Rwanda untuk Indonesia, H.E. Sheikh Abdul Karim Harelimana, serta Rektor Universitas Mercu Buana, Prof. Dr. Ir. Andi Adriansyah, M.Eng. Turut hadir dari Kedutaan Besar Rwanda, Konselor Pertama Theophile Rurangwa, Asisten Eksekutif Duta Besar Helen A. Mandagi, dan Petugas Komunikasi Gilang Syahbani. Dari UMB, kegiatan dihadiri para Wakil Rektor, Sekretaris Universitas, seluruh Dekan fakultas, serta kepala biro dan divisi terkait. Acara diawali dengan pembukaan dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya serta lagu kebangsaan Rwanda. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sambutan Rektor UMB, sambutan Duta Besar Rwanda, penandatanganan dokumen MoU, diskusi, pertukaran cinderamata, dan foto bersama. Kerja sama UMB dan Rwanda juga diarahkan untuk memperkuat pertukaran budaya. Interaksi antara mahasiswa dan tenaga pengajar dari kedua negara diharapkan tidak hanya memperluas wawasan akademik, tetapi juga membangun pemahaman dan hubungan antarmasyarakat. “Kerja sama ini tidak hanya menyangkut pimpinan lembaga, melainkan langsung menyentuh masyarakat — mahasiswa bertemu dengan mahasiswa, tenaga pengajar bertemu dengan rekan sejawatnya,” tambah Dubes Harelimana. Di akhir pertemuan, Dubes Harelimana menyampaikan ucapan selamat atas peringatan ke-41 Universitas Mercu Buana. Ia mengapresiasi perjalanan UMB selama lebih dari empat dekade dalam bidang pendidikan serta keterbukaannya menerima mahasiswa dari berbagai negara.

Penandatanganan MoU antara Universitas Mercu Buana dan Kedutaan Besar Republik Rwanda diharapkan menjadi langkah awal bagi lahirnya berbagai program kolaborasi yang lebih konkret dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat hubungan pendidikan dan budaya antara Indonesia dan Rwanda.