JAKARTA, — Universitas Mercu Buana menegaskan komitmennya untuk menghadirkan kolaborasi yang tidak hanya bersifat akademis, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman dengan Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) yang digelar pada Senin (9/3/2026).
Seremonial penandatanganan yang diselenggarakan oleh Biro Kerja Sama Universitas Mercu Buana itu dihadiri oleh Rektor Universitas Mercu Buana Prof. Dr. Andi Adriansyah, M.Eng., Ketua Umum KNTI Dani Setiawan, Sekretaris Jenderal KNTI Niko Amarulloh, Ketua Umum KPPI Rosinah, serta Ketua Umum KPPMPI Hendra Wiguna.
Rektor Universitas Mercu Buana Prof. Andi Adriansyah mengatakan, kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara dunia akademik dan masyarakat pesisir, khususnya nelayan tradisional.
“Penandatanganan nota kesepahaman antara Universitas Mercu Buana dan Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia merupakan langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara dunia akademik dan masyarakat pesisir. Melalui kerja sama ini, kami berharap dapat berkontribusi dalam pengembangan pengetahuan, pemberdayaan nelayan tradisional, serta peningkatan penelitian dan inovasi yang berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Andi Adriansyah.
Ia menambahkan, Universitas Mercu Buana berkomitmen untuk terus mengembangkan kolaborasi yang mampu menjembatani kepentingan akademik dengan kebutuhan masyarakat, sehingga hasil riset dan inovasi perguruan tinggi dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
Ketua Umum KNTI Dani Setiawan menyambut baik kerja sama tersebut. Menurut dia, keterlibatan perguruan tinggi sangat penting dalam menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan bagi pengembangan sektor kelautan dan perikanan serta pemberdayaan nelayan tradisional.
Melalui nota kesepahaman ini, kedua pihak berencana mengembangkan berbagai program kolaboratif di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, termasuk pelatihan, pendampingan masyarakat pesisir, serta kajian akademik terkait sektor kelautan dan perikanan.
Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan nelayan tradisional di berbagai wilayah pesisir Indonesia.
