JAKARTA, — Program Studi Doktor Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Mercu Buana menggelar sidang tertutup doktor bagi promovendus Pricilia Priska Sianita pada Kamis (5/3/2026). Dalam sidang tersebut, Pricilia mempresentasikan disertasi yang meneliti pengaruh pengalaman pasien terhadap niat perilaku pasien pada rumah sakit kelas B di Jakarta.

Disertasi yang diangkat berjudul “Peran Perceived Care Quality dan Patient Satisfaction dalam Memediasi Pengaruh e-WOM dan Patient Experience terhadap Behavioral Intention pada Pasien Rumah Sakit Kelas B di Jakarta.”

Dalam penelitian tersebut, Pricilia menganalisis bagaimana kualitas pelayanan yang dirasakan serta kepuasan pasien dapat memediasi pengaruh pengalaman pasien dan komunikasi dari mulut ke mulut secara digital (electronic word of mouth/e-WOM) terhadap niat perilaku pasien terhadap layanan rumah sakit.

Sidang dipimpin oleh Ketua Sidang Indra Siswanti. Tim promotor terdiri atas Yuli Harwani sebagai promotor, serta ko-promotor Dudi Permama dan Erna Sofriana Imaningsih.

Sementara itu, penguji luar universitas adalah Edi Sugiono, dan penguji luar komisi Setyo Riyanto.

Dalam sesi tanya jawab, Pricilia menjelaskan bahwa pemilihan topik disertasi dilatarbelakangi oleh transformasi praktik kedokteran gigi menuju pengelolaan Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) yang semakin menuntut tata kelola profesional sekaligus berorientasi pada keberlanjutan organisasi.

“Penelitian ini terinspirasi oleh kebijakan Kementerian Kesehatan mengenai pentingnya penguatan manajemen non-medis di institusi pelayanan kesehatan,” ujar Pricilia saat menjawab pertanyaan penguji.

Ia menambahkan, penelitian tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi praktis bagi pengelolaan rumah sakit, khususnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan kepuasan pasien melalui pendekatan manajemen modern.

Pricilia menyelesaikan program doktoralnya dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,94 dan tercatat sebagai lulusan doktor ke-61 pada program tersebut.

Selain memaparkan hasil penelitian, Pricilia juga membagikan pengalamannya selama menempuh studi doktoral. Ia menilai proses pembelajaran memberikan banyak wawasan baru, terutama dalam memahami pendekatan ilmu manajemen yang berbeda dari latar belakang akademiknya sebelumnya.

“Pengalaman ini membuka perspektif baru dalam dunia pendidikan dan penelitian,” kata Pricilia.

Sidang tertutup ini menjadi salah satu tahapan penting sebelum promovendus melanjutkan ke sidang terbuka promosi doktor yang akan menentukan kelulusan secara resmi di hadapan publik akademik.