JAKARTA, — Universitas Mercu Buana (UMB) mendorong mahasiswa Indonesia untuk berani keluar dari zona nyaman dan memanfaatkan peluang riset serta magang internasional melalui seminar bertajuk Computer Vision Disaster Management: Sensing, Segmentation, and Rapid Damage Assessment. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Program Studi Teknik Elektro di Auditorium Prof Dr Harun Zein, Kampus UMB Meruya Selatan.
Seminar menghadirkan Dr Isack Farady, Assistant Professor di Department of Electrical Engineering, Yuan Ze University, Taiwan, sebagai pembicara utama. Acara dimoderatori oleh Fadli Sirait, dosen Departemen Teknik Elektro UMB.
Dalam pemaparannya, Dr Isack menekankan pentingnya penguasaan riset berbasis data dalam pengembangan teknologi kebencanaan, khususnya pemanfaatan computer vision untuk pemetaan dan penilaian kerusakan secara cepat. Ia juga mendorong mahasiswa untuk aktif menjajaki kolaborasi internasional melalui skema riset dan magang yang tersedia di berbagai universitas luar negeri.
“Eksperimen dari riset itu beragam dan terbuka untuk kolaborasi dengan komunitas internasional. Soal pulang atau tidak setelah studi, itu pilihan masing-masing. Yang penting sekarang adalah berani mencoba dan memanfaatkan peluang yang ada,” ujar Isack.
Moderator kegiatan, Fadli Sirait, menegaskan bahwa riset di bidang teknik elektro saat ini tidak terlepas dari pengelolaan data. “Riset pada intinya berbicara tentang data. Data itu beragam bentuknya, dan melalui data engineering data tersebut bisa diolah agar bermanfaat dan dapat dibaca dengan baik,” kata Fadli.
Melalui kegiatan ini, UMB berharap mahasiswa semakin terbuka terhadap peluang global, sekaligus mampu membangun kapasitas riset yang relevan dengan tantangan kebencanaan dan perkembangan teknologi mutakhir.
Berita Terbaru Lainnya
Kamis, 15 Januari 2026
Kamis, 15 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
