PERKEMBANGAN kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) mulai mengubah cara pendidikan vokasi dalam mengajarkan kreativitas. Menyikapi perubahan tersebut, penguatan literasi AI bagi guru dan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menjadi krusial agar teknologi tidak sekadar menjadi alat produksi, melainkan bagian integral dari proses berpikir dan pembelajaran yang inovatif. Langkah strategis ini diwujudkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertema “Cerdas Berteknologi Kreatif Berkarya melalui Artificial Intelligence dalam Pengembangan Media Visual Pendidikan Desain”. Forum ini mempertemukan akademisi, guru, dan praktisi pendidikan vokasi untuk membedah pemanfaatan AI dalam pengembangan media visual serta efektivitas proses belajar mengajar di era digital. Menurut Irfandi, dalam bidang desain komunikasi visual, AI sebaiknya diposisikan sebagai partner kreatif, bukan pengganti kreativitas manusia. Teknologi dapat digunakan untuk mengeksplorasi gagasan dan mempercepat proses produksi, namun keputusan mengenai arah visual, relevansi pesan, kualitas, serta nilai estetika sebuah karya tetap sepenuhnya berada di tangan manusia. Implementasi AI di ruang kelas juga menuntut perubahan peran guru. Dalam materi “Pelatihan Integrasi Artificial Intelligence dalam Media Visual bagi Siswa SMK”, Dr. Ariani Kusumo Wardhani menekankan pentingnya pergeseran peran pendidik dari sekadar pengajar menjadi kurator teknologi.