Jakarta – Program Studi Arsitektur menyelenggarakan Seminar Arsitektur bertema “Architecture in the Silence of Baduy” di Auditorium Prof. Harun Zain pada tanggal 4 Juli 2026. Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid, menggabungkan partisipasi luring dan daring, ini menjadi ruang dialog akademik yang mempertemukan sivitas akademika, praktisi, serta masyarakat untuk mendalami nilai-nilai arsitektur tradisional Baduy sebagai sumber inspirasi bagi pengembangan arsitektur berkelanjutan.
Seminar menghadirkan tiga narasumber dengan latar belakang yang saling melengkapi, yakni Dr. Ir. Primi Artiningrum, M.Arch., M. Cahyo Novianto, serta Marno Sunarya. Melalui perspektif akademik, profesional, dan pengalaman langsung dari masyarakat adat, seminar ini menghadirkan diskusi yang komprehensif mengenai hubungan antara arsitektur, budaya, dan keberlanjutan.
Ia mengajak peserta untuk melihat arsitektur sebagai medium yang mampu menjaga memori kolektif masyarakat sekaligus menjawab tantangan perubahan zaman. Pendekatan tersebut dinilai penting agar pembangunan tidak hanya berorientasi pada aspek fisik, tetapi juga memperhatikan konteks sosial dan budaya.
Sepanjang seminar, suasana diskusi berlangsung interaktif. Peserta, baik yang hadir secara langsung maupun melalui platform daring, aktif mengajukan pertanyaan mengenai pelestarian arsitektur tradisional, tantangan modernisasi, hingga relevansi nilai-nilai masyarakat adat dalam praktik arsitektur kontemporer.
Penyelenggaraan seminar secara hybrid memperluas jangkauan partisipasi dan memungkinkan pertukaran gagasan antara akademisi, mahasiswa, praktisi, serta masyarakat dari berbagai daerah. Forum ini menjadi bukti bahwa perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan untuk memperkuat diseminasi ilmu pengetahuan tanpa mengurangi kualitas interaksi akademik.
Melalui seminar bertema “Architecture in the Silence of Baduy”, Program Studi Arsitektur berharap mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai aspek teknis perancangan, tetapi juga mengembangkan kepekaan terhadap nilai budaya, lingkungan, dan kehidupan masyarakat sebagai bagian integral dari proses berarsitektur. Di tengah pesatnya perkembangan dunia konstruksi dan urbanisasi, kearifan lokal seperti yang diwariskan oleh masyarakat Baduy menjadi pengingat bahwa arsitektur yang baik adalah arsitektur yang mampu hidup selaras dengan alam, menghormati budaya, dan memberikan manfaat bagi generasi
Berita Terbaru Lainnya
Rabu, 8 Juli 2026
Rabu, 8 Juli 2026
Rabu, 8 Juli 2026
Rabu, 8 Juli 2026