JAKARTA, — Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Mercu Buana menggelar kegiatan bertajuk Beyond Aesthetic Monetizing Creative di Auditorium Harun Zain, Universitas Mercu Buana, Kamis (22/1/2026). Kegiatan ini membahas strategi mengelola kreativitas visual agar tidak hanya menarik secara estetis, tetapi juga memiliki nilai ekonomi dan daya saing profesional.
Acara tersebut menghadirkan dua praktisi kreatif nasional, yakni Creative Analyst sekaligus penulis buku Surianto Rustan dan Creative Director serta penulis Anca Leksmana. Diskusi dimoderatori oleh dosen DKV Universitas Mercu Buana, Rika Hindraruminggar, S.Sn., M.Sn.
Dalam paparannya, Surianto Rustan menekankan bahwa aspek visual tetap menjadi pintu masuk utama dalam dunia kreatif. Namun, estetika semata tidak cukup tanpa pemahaman konteks dan tujuan. “Ketika kita bikin sesuatu, itu harus gambarnya bagus, desainnya keren, dan terlihat fantastis. Itu yang pertama kali kepikiran dan pasti bikin orang senang. Tapi setelah itu, desain harus punya arah dan fungsi,” ujarnya.
Sementara itu, Anca Leksmana menyoroti pentingnya sikap dan strategi personal bagi pekerja kreatif, khususnya generasi muda yang akan memasuki dunia industri. Ia menilai perbedaan antara talenta kreatif yang berkembang dan yang stagnan sering kali terletak pada etos kerja dan kemampuan menampilkan nilai diri. “Coba bikin lebih rajin, bikin lebih terlihat pintar. Terlihat pintar itu enggak harus pintar, kita bisa cari referensi, tunjukkan ke atasan. Lihat, apakah usaha itu dihargai atau tidak. Sesimpel itu,” kata Anca.
Moderator Rika Hindraruminggar menyimpulkan diskusi dengan menekankan bahwa kreativitas memerlukan keseimbangan antara ide dan strategi. “Kita sudah melihat dua perspektif yang saling melengkapi. Satu soal strategi berpikir kreatif. Setiap individu harus punya strategi dalam mengelola potensi kreatifnya,” ujarnya.
Kegiatan ini bertujuan membangun citra aktivitas akademik yang modern, trendi, dan profesional, sekaligus memperluas wawasan mahasiswa DKV tentang realitas industri kreatif. Melalui diskusi ini, peserta diajak memahami bahwa desain tidak berhenti pada keindahan visual, melainkan harus mampu menjawab kebutuhan pasar dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan.
Berita Terbaru Lainnya
Kamis, 22 Januari 2026
Senin, 19 Januari 2026
Kamis, 15 Januari 2026
