Jakarta – Pada Tanggal 4 Juli program Studi Magister Teknik Sipil menyelenggarakan kuliah umum bertaraf internasional di Gedung Doktoral Lantai 5 sebagai bagian dari upaya memperkuat kompetensi akademik mahasiswa dalam menghadapi transformasi industri konstruksi dan tantangan pembangunan infrastruktur modern. Mengangkat tema “Revolutionizing Civil Engineering: AI-Powered Construction Management and Motorcycle Safety for ASEAN Roads”, kegiatan ini menghadirkan dua akademisi terkemuka yang membahas pemanfaatan kecerdasan buatan dalam manajemen konstruksi serta strategi peningkatan keselamatan transportasi di kawasan Asia Tenggara.
Kuliah umum menghadirkan Prof Madya Dr.-ing Joewono Prasetijo dari Universiti Tun Hussein Onn Malaysia dan Prof. Dr. Andri Irfan Rifaidari Universitas Internasional Batam sebagai narasumber. Kehadiran kedua pakar tersebut memberikan perspektif internasional mengenai arah perkembangan teknik sipil yang semakin dipengaruhi oleh teknologi digital, analisis data, dan inovasi berkelanjutan.
Dalam pemaparannya, Prof. Madya Dr.-Ing. Joewono Prasetijo menjelaskan bahwa penerapan Artificial Intelligence (AI) telah membawa perubahan signifikan dalam dunia konstruksi. Teknologi AI memungkinkan proses perencanaan, pengendalian proyek, hingga pengambilan keputusan dilakukan secara lebih cepat, akurat, dan efisien. Menurutnya, digitalisasi menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas proyek konstruksi sekaligus meminimalkan risiko, pemborosan sumber daya, dan keterlambatan pelaksanaan pekerjaan.
Sementara itu, Prof. Dr. Andri Irfan Rifai mengangkat isu keselamatan pengendara sepeda motor di kawasan ASEAN, yang hingga kini masih menjadi tantangan besar dalam sistem transportasi regional. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa tingginya angka kecelakaan lalu lintas, khususnya yang melibatkan sepeda motor, memerlukan pendekatan berbasis data, penelitian ilmiah, serta kolaborasi lintas sektor dalam merumuskan kebijakan keselamatan jalan yang lebih efektif.
Diskusi berlangsung secara interaktif dengan dipandu oleh Ir. Muhammad Isradi, S.T., M.T., Ph.D. IPM selaku moderator. Berbagai pertanyaan diajukan oleh mahasiswa terkait implementasi AI dalam proyek konstruksi, peluang riset internasional, pengembangan infrastruktur cerdas, hingga tantangan peningkatan keselamatan transportasi di Indonesia dan negara-negara ASEAN.
Melalui penyelenggaraan kuliah umum ini, Program Studi Magister Teknik Sipil menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan industri. Kolaborasi dengan akademisi dari berbagai institusi menjadi langkah strategis untuk memperkuat budaya riset, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta memperluas jejaring akademik di tingkat global.
Kuliah umum ini diharapkan mampu mendorong lahirnya lulusan Magister Teknik Sipil yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis yang unggul, tetapi juga mampu mengintegrasikan inovasi digital, kecerdasan buatan, dan prinsip keberlanjutan dalam merancang solusi bagi berbagai tantangan pembangunan infrastruktur di masa depan.
Berita Terbaru Lainnya
Sabtu, 18 Juli 2026
Sabtu, 18 Juli 2026