Perubahan teknologi, kebutuhan pasar, dan tuntutan industri kreatif membuat desain produk tidak lagi hanya berkaitan dengan aspek estetika. Desainer dituntut mampu memahami kebutuhan pengguna, mengembangkan solusi berbasis riset, sekaligus menghasilkan produk yang memiliki nilai tambah dan berpeluang masuk ke pasar. Kebutuhan tersebut turut mendorong perguruan tinggi memperkuat pembelajaran desain produk agar semakin dekat dengan persoalan industri. Salah satunya dilakukan Program Studi Desain Produk Universitas Mercu Buana melalui pameran Innovartion #7 dan Panen Karya 4 di Indonesia Design Development Center (IDDC), Jakarta, pada 3-6 Agustus 2026. Pemilihan IDDC sebagai lokasi pameran mempertemukan karya mahasiswa dengan dunia desain dan industri. Puluhan karya yang ditampilkan meliputi furnitur, produk gaya hidup, fashion dan aksesori, kemasan, hingga board game. Karya-karya tersebut menggabungkan aspek fungsi, estetika, teknologi, kebutuhan pengguna, keberlanjutan, dan potensi budaya lokal. Dalam pembukaan pameran, Ari Satria, Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, menekankan pentingnya kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, dan industri untuk membangun ekosistem desain yang dapat memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar global.