Perjalanan menuju panggung kompetisi internasional tidak selalu dimulai dari rasa percaya diri. Bagi Andi Ryaas Saputra Effendy, mahasiswa Sistem Informasi Universitas Mercu Buana (UMB), kesempatan mengikuti China International College Students' Innovation Competition (CICSIC) 2026 justru datang ketika dirinya tengah menjalani magang dan baru saja melewati proses Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) 2026. Bersama Amanda Puspita Sari, mahasiswa Teknik Informatika UMB, Andi kemudian menerima tantangan tersebut. Keduanya membawa inovasi “Agri-AI Without Borders: Laser Weeder Empowers the Precision Development of Smart Agriculture” dan berhasil meraih Juara 2 atau Silver Award pada ajang tingkat internasional tersebut.
CICSIC 2026 diselenggarakan pada 27–28 Mei 2026 di Ra Suites Simatupang, Cilandak, Jakarta Selatan. Kompetisi yang diselenggarakan oleh Ministry of Education of the People's Republic of China ini melibatkan sekitar 240 peserta dari 24 perguruan tinggi. Capaian di CICSIC 2026 kemudian membuka kesempatan baru bagi Andi dan Amanda. Keduanya mendapatkan kesempatan mengikuti short course di Zhejiang Business Technology Institute (ZBTI), China, melalui program beasiswa. Sertifikat resmi yang diterima pada Agustus 2026 juga mengesahkan capaian Silver Award untuk proyek Agri-AI Without Borders.
Bagi Andi, kesempatan tersebut menjadi bagian dari perjalanan yang jauh lebih besar daripada sekadar memenangkan kompetisi.
“True success is not only about what we achieve, but also about who we become along the way.”
Menurutnya, penghargaan dan kesempatan belajar di China merupakan anugerah yang membanggakan. Namun, proses selama mengikuti kompetisi justru menjadi pengalaman yang membentuk dirinya dan rekan satu tim menjadi pribadi yang lebih tangguh, adaptif, dan mampu menghadapi tekanan.
Berita Terbaru Lainnya
Sabtu, 26 September 2026
Sabtu, 26 September 2026
Rabu, 23 September 2026