Biro Teknologi resmi berdiri pada tahun 2022 sebagai bagian dari upaya strategis organisasi untuk memperkuat fondasi teknologi dan meningkatkan kualitas layanan berbasis digital. Sebelum dikenal dengan nama Biro Teknologi seperti sekarang, unit ini memiliki nama Biro Teknologi Pembelajaran. Pada masa tersebut, biro ini merupakan hasil penggabungan dari dua unit yang sebelumnya beroperasi secara terpisah, yaitu Biro Pengembangan Sistem Informasi dan Biro Operasional Teknologi Informasi.
Penggabungan dua biro tersebut dilakukan dengan tujuan untuk menciptakan struktur organisasi yang lebih efisien, terintegrasi, serta mampu merespons kebutuhan teknologi yang terus berkembang. Dengan menggabungkan fungsi pengembangan sistem dan operasional teknologi dalam satu kesatuan, diharapkan proses koordinasi menjadi lebih efektif, alur kerja lebih sederhana, dan inovasi dalam pengelolaan teknologi dapat dilakukan dengan lebih cepat dan tepat sasaran.
Biro Teknologi Informasi (BTI) adalah unit kerja dalam suatu institusi—umumnya universitas, lembaga pendidikan, atau organisasi—yang bertanggung jawab atas pengelolaan, pengembangan, serta pengawasan sistem dan infrastruktur teknologi informasi.
BTI memiliki peran penting dalam memastikan seluruh layanan berbasis digital berjalan secara aman, stabil, efisien, dan terintegrasi, sehingga dapat mendukung kegiatan operasional dan transformasi digital institusi.
Dalam menjalankan perannya, BTI berfokus pada penyediaan layanan teknologi informasi yang andal dan terintegrasi, mendukung transformasi digital di lingkungan institusi, menjamin keamanan data dan sistem informasi, serta meningkatkan efisiensi operasional melalui pemanfaatan teknologi. Hal tersebut diwujudkan melalui pengelolaan infrastruktur teknologi informasi yang mencakup server dan data center, jaringan internet dan intranet, serta sistem keamanan jaringan seperti firewall.
Selain itu, BTI juga bertanggung jawab dalam pengembangan dan pemeliharaan berbagai sistem informasi untuk menunjang kegiatan institusi, antara lain Sistem Informasi Akademik (SIAKAD), Learning Management System (LMS), website resmi institusi, serta berbagai sistem pendukung lainnya. Dalam aspek keamanan informasi, BTI memastikan integritas dan perlindungan data melalui proses backup dan disaster recovery, monitoring keamanan sistem secara berkala, pengelolaan hak akses pengguna, serta pelaksanaan audit keamanan teknologi informasi.
Di sisi layanan pengguna, BTI menyediakan dukungan teknis melalui layanan helpdesk, troubleshooting perangkat keras dan perangkat lunak, serta instalasi dan konfigurasi software untuk memastikan seluruh pengguna dapat memanfaatkan teknologi secara optimal.

