Jakarta – Mulai dari mana?” menjadi salah satu pertanyaan yang muncul ketika mahasiswa mulai membicarakan keinginan untuk berbisnis. Bukan hanya soal modal, tetapi juga bagaimana membangun kerja sama, menentukan pembagian hasil, hingga menemukan peluang dari kemampuan yang sudah dimiliki. Hal tersebut mengemuka dalam workshop kewirausahaan yang digelar Biro Kewirausahaan Universitas Mercu Buana (UMB) bersama PT MUA Mobile Indonesia di Aula Harun Zain, Kamis (8/10/2026).
Workshop ini mengajak mahasiswa melihat profesi Makeup Artist (MUA) dari sisi yang lebih luas. Makeup tidak hanya ditempatkan sebagai keterampilan untuk menunjang penampilan, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi peluang usaha yang terhubung dengan berbagai profesi lain.
Perspektif tersebut dibagikan Lilik Setyorini, S.E., Certified MUA sekaligus Trainer BNSP, yang menceritakan pengalamannya membangun usaha sejak 1992. Menurutnya, memulai bisnis tidak harus selalu diawali dengan modal besar. Kemampuan yang sudah dimiliki dapat menjadi titik awal untuk mencoba, kemudian dikembangkan seiring dengan bertambahnya pengalaman dan jaringan.
Bagi Lilik, peluang dalam profesi MUA juga terbuka ketika pelaku usaha tidak berjalan sendiri. Layanan makeup dapat dikolaborasikan dengan profesi lain, seperti MC, katering, dekorasi, dan berbagai kebutuhan dalam sebuah acara. Dari kolaborasi tersebut, pelaku usaha dapat membangun jaringan sekaligus menciptakan peluang pendapatan yang lebih luas.
Pembahasan itu kemudian terasa semakin dekat dengan mahasiswa ketika sesi tanya jawab dibuka. Sejumlah peserta menyampaikan kekhawatiran yang cukup umum bagi orang yang baru ingin memulai usaha, mulai dari kebingungan menentukan langkah awal, keterbatasan kemampuan dan modal, hingga cara membangun kolaborasi dalam skala kecil dengan profesi lain.
Pertanyaan mahasiswa juga berkembang pada hal-hal yang lebih teknis, seperti bagaimana menggabungkan kemampuan dasar makeup dengan layanan katering atau profesi lain ketika mendapatkan pekerjaan bersama, serta bagaimana menentukan pembagian hasil dalam sebuah kolaborasi. Diskusi tersebut membuat pembahasan kewirausahaan tidak berhenti pada konsep, tetapi masuk pada situasi yang mungkin benar-benar dihadapi mahasiswa ketika mulai membangun usaha.
Menanggapi berbagai pertanyaan tersebut, Lilik menjelaskan pentingnya membangun kesepakatan yang jelas dengan mitra kerja. Pembagian komisi, tanggung jawab, hingga bentuk kerja sama dapat dibicarakan sejak awal dan dituangkan melalui Memorandum of Understanding (MoU), sehingga masing-masing pihak memiliki pemahaman yang sama dalam menjalankan pekerjaan.
Selain pembahasan bisnis, Agnes Wilyani, Certified MUA dan Trainer BNSP, membawa peserta melihat sisi praktik profesi tersebut melalui demonstrasi makeup secara langsung. Sesi ini memberikan gambaran kepada mahasiswa mengenai proses kerja seorang MUA sekaligus memperlihatkan bagaimana keterampilan teknis dapat dikembangkan menjadi layanan profesional dan peluang usaha.
Hal tersebut sejalan dengan semangat yang dibawa Biro Kewirausahaan UMB dalam mendorong mahasiswa untuk berani memulai usaha. Dr. Daru Asih, S.E., M.Si., Kepala Biro Kewirausahaan UMB, memberikan dorongan sekaligus membuka kesempatan bagi mahasiswa yang memiliki ketertarikan untuk berbisnis agar dapat belajar memulai, mengembangkan, dan menguji gagasan usaha mereka melalui berbagai ruang pembelajaran dan jejaring yang tersedia.
Kesempatan belajar juga tidak berhenti di ruang workshop. Bagi mahasiswa UMB yang ingin memperdalam keterampilan makeup, Agnes membuka kesempatan untuk belajar lebih lanjut di studionya yang berada di Tangerang Selatan. Hal ini menjadi salah satu bentuk tindak lanjut yang memungkinkan mahasiswa membawa pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dari workshop ke pengalaman praktik yang lebih luas.
Kegiatan yang diikuti mahasiswa dari mata kuliah Kewirausahaan serta anggota UKK Kewirausahaan UMB tersebut turut dihadiri Dr. Aldina Shiratina, S.E., M.Si., Sekretaris Program Studi Manajemen S1, serta dosen pengampu mata kuliah Kewirausahaan, Yennida Parmariza, S.Sos., M.M. dan Dr. Suprapto. Kegiatan ini didukung oleh Sea Makeup sebagai sponsor.
Melalui workshop tersebut, kewirausahaan ditempatkan bukan hanya sebagai materi pembelajaran, tetapi sebagai proses untuk berani mencoba, mengenali peluang, membangun jejaring, dan memahami dinamika bisnis secara langsung. Dari keterampilan yang dimiliki mahasiswa, terbuka ruang untuk mengembangkan gagasan menjadi usaha yang dapat terus dipelajari dan dikembangkan.
Berita Terbaru Lainnya
Senin, 12 Oktober 2026
Sabtu, 10 Oktober 2026
Rabu, 7 Oktober 2026