Jakarta – Program Studi Pendidikan Profesi Arsitek (PPArs) Universitas Mercu Buana menyelenggarakan kuliah tamu bertajuk “Arsitek sebagai Chief Orchestrator: Navigasi dan Kolaborasi Multidisiplin” di Auditorium Gedung Doktoral lantai 5. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya program studi dalam memperluas wawasan mahasiswa mengenai peran strategis arsitek di tengah kompleksitas pembangunan modern.

Acara dibuka oleh Ketua Program Studi PPArs Universitas Mercu Buana yang menekankan pentingnya kemampuan kolaborasi lintas disiplin bagi seorang arsitek. Kuliah tamu menghadirkan dua praktisi arsitektur yang berpengalaman di tingkat nasional, yakni Ir. H. Achmad Noerzaman, M.M., IAI, seorang arsitek profesional, serta Ar. Prasetyoadi, S.T., MUDD., IAI., IAP., GP, Managing Director PT Pandega Desain Weharima (PDW Architects).

Dalam pemaparannya, para narasumber menjelaskan bahwa peran arsitek saat ini telah berkembang menjadi lebih dari sekadar perancang bangunan. Arsitek dituntut mampu menjadi chief orchestrator yang menghubungkan berbagai disiplin ilmu, mulai dari teknik, lingkungan, ekonomi, hingga aspek sosial dan budaya dalam suatu proyek pembangunan.

Diskusi juga mengulas pentingnya komunikasi, kepemimpinan, dan kemampuan manajemen dalam mengelola kolaborasi antarprofesi. Dengan semakin kompleksnya kebutuhan pembangunan perkotaan dan infrastruktur, keberhasilan sebuah proyek sangat bergantung pada kemampuan arsitek dalam menyelaraskan berbagai kepentingan dan keahlian yang terlibat.

Peserta kuliah tamu yang terdiri atas mahasiswa PPArs dan sivitas akademika Fakultas Teknik tampak antusias mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab. Berbagai pengalaman profesional yang dibagikan narasumber memberikan gambaran nyata mengenai tantangan dan peluang profesi arsitek di era pembangunan yang semakin dinamis.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Pendidikan Profesi Arsitek Universitas Mercu Buana berharap dapat membekali peserta dengan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai peran strategis arsitek dalam menciptakan solusi desain yang tidak hanya estetis dan fungsional, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.

Kuliah tamu tersebut sekaligus menjadi sarana penguatan hubungan antara dunia akademik dan praktik profesional, sehingga lulusan PPArs memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi tantangan industri arsitektur masa depan.