Jakarta, 3 Juli 2025 – Universitas Mercu Buana kembali menghadirkan program unggulan bertajuk KWH Corner, sebagai bagian dari upaya berkelanjutan kampus dalam mendukung pengembangan kewirausahaan mahasiswa. Kegiatan ini telah resmi berjalan sejak 30 Juni 2025 dan akan berlangsung selama satu bulan penuh, mengambil lokasi strategis di selasar Gedung A, Kampus Meruya.

Program KWH Corner tahun ini menghadirkan empat stand usaha mahasiswa yang mewakili semangat kreatif dan inovatif generasi muda. Di antaranya:

·        Mini.s7udio by Ai: Menjual merchandise K-Pop eksklusif buatan sendiri, menyasar segmen penggemar budaya Korea.

·        Nasi Kebuli Arabian: Menawarkan hidangan khas Timur Tengah yang kaya rempah dan cita rasa autentik.

·        Kohi Kohu: Menyediakan minuman kopi dan non-kopi yang kekinian, cocok untuk penikmat suasana santai dan hangout.

·        Hubu Craft: Menampilkan koleksi aksesori dan merchandise unik hasil kerajinan tangan.

Setiap stand merupakan hasil kurasi dari mahasiswa yang telah melalui proses seleksi dan pembinaan dari Biro Kewirausahaan UMB. Program ini tidak hanya memberi ruang untuk menjual produk, tetapi juga menjadi sarana pelatihan kewirausahaan secara langsung di tengah lingkungan kampus.

“Program ini merupakan bentuk nyata dari komitmen Universitas Mercu Buana dalam membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki jiwa entrepreneur dan kemandirian ekonomi,” ujar Ibu Dr. Irmulansati Tomohardjo, SH., M.Si, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama. “KWH Corner bukan hanya tentang berdagang, melainkan juga tentang belajar menghadapi pasar yang sesungguhnya.”

Kegiatan ini terbuka setiap hari aktif perkuliahan, memberikan kesempatan luas bagi mahasiswa dan dosen untuk berinteraksi langsung, memberi masukan, bahkan menjadi pelanggan loyal. Dengan skema tenant terbuka, mahasiswa peserta juga berkesempatan mendapatkan evaluasi berkala dan pendampingan dari tim inkubator bisnis kampus.

“Kami ingin mahasiswa benar-benar mengalami proses wirausaha dari awal sampai akhir: mulai dari perencanaan, operasional, pelayanan konsumen, hingga pencatatan keuangan,” jelas Dr. Daru Asih, SE., M.Si, Kepala Biro Kewirausahaan UMB. “Ini bukan simulasi ini real business, dan kami ingin mereka merasakan tantangan serta peluangnya.”

Antusiasme dari para pelaku usaha pun tinggi. Salah satu peserta dari stand Kohi Kohu, menyampaikan kesannya selama mengikuti program ini:

“Awalnya gugup, tapi ternyata seru banget! Kita belajar banyak soal manajemen waktu, ngatur stok, sampai cara menghadapi berbagai tipe pelanggan. Ini pengalaman berharga yang nggak didapetin di kelas,” ujar Ravel, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

KWH Corner juga diharapkan menjadi jembatan awal untuk mempersiapkan mahasiswa terjun ke dunia bisnis yang lebih luas, bahkan selepas lulus. Dengan dukungan penuh dari pihak kampus dan lingkungan yang suportif, program ini menjadi salah satu tonggak penting dalam mencetak wirausahawan muda dari lingkungan akademik.