Pelaksanaan Recognition Current Competency (RCC) dan Uji Kompetensi
Bimbingan Teknis Recognition of Current Competency (RCC) adalah sebuah proses pembelajaran dan pendampingan yang bertujuan untuk membantu individu atau peserta dalam memperoleh pengakuan terhadap kompetensi yang sudah mereka miliki, baik melalui pengalaman kerja, pelatihan sebelumnya, atau pembelajaran non-formal lainnya. Bimbingan teknis RCC dilakukan dengan memberikan panduan dan dukungan praktis terkait bagaimana cara menilai, mengidentifikasi, dan mengakui kompetensi yang sudah ada tersebut, sesuai dengan standar yang berlaku dalam suatu industri atau sektor tertentu.
Bimbingan teknis ini biasanya dilakukan oleh para asesor yang terlatih, dan biasanya mencakup beberapa langkah sebagai berikut:
1. Pengenalan dan Pemahaman RCC: Peserta diberikan pemahaman dasar tentang apa itu RCC, tujuan dari RCC, dan bagaimana proses pengakuan kompetensi dapat berlangsung. Hal ini penting untuk memastikan bahwa peserta memahami apa yang diharapkan dan bagaimana mereka dapat mempersiapkan diri.
2. Pemetaan Kompetensi: Dalam bimbingan teknis RCC, peserta akan dibantu untuk mengidentifikasi dan memetakan kompetensi yang telah mereka miliki. Ini melibatkan penilaian diri terhadap keterampilan dan pengetahuan yang telah dikuasai selama pengalaman kerja atau pelatihan sebelumnya.
3. Penyusunan Bukti Kompetensi: Peserta akan dibimbing dalam menyusun bukti-bukti yang menunjukkan kompetensi yang dimiliki, seperti dokumen kerja, portofolio, sertifikat pelatihan sebelumnya, atau referensi dari atasan. Bukti ini adalah elemen penting yang mendukung proses pengakuan kompetensi dalam RCC.
4. Proses Penilaian dan Verifikasi: Dalam sesi bimbingan, peserta juga akan diberi wawasan tentang bagaimana proses penilaian kompetensi dilakukan, termasuk bagaimana asesor akan mengevaluasi bukti yang disampaikan. Bimbingan teknis juga dapat mencakup simulasi atau latihan agar peserta memahami proses verifikasi lebih baik.
5. Persiapan Ujian atau Wawancara (Jika Diperlukan): Beberapa program RCC mungkin mengharuskan peserta untuk mengikuti ujian atau wawancara untuk mengonfirmasi kompetensinya. Bimbingan teknis akan membantu peserta mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian atau wawancara tersebut, jika diperlukan.
6. Evaluasi dan Pengakuan Kompetensi: Bimbingan teknis juga akan memberikan arahan terkait bagaimana pengakuan kompetensi diberikan setelah penilaian selesai. Peserta akan diberitahu tentang cara memperoleh sertifikat atau dokumen resmi yang mengakui kompetensinya.
7. Rencana Pengembangan Karir: Selain pengakuan kompetensi, bimbingan teknis RCC juga dapat mencakup penyusunan rencana pengembangan karir bagi peserta, seperti pelatihan lebih lanjut atau peluang untuk meningkatkan keterampilan di area lain yang relevan.
Dengan adanya bimbingan teknis dalam pelaksanaan RCC, peserta dapat lebih siap dan percaya diri dalam menghadapi proses pengakuan kompetensi, sehingga dapat memperoleh sertifikasi atau pengakuan yang valid untuk menunjang perkembangan karir mereka.
Lihat Selengkapnya
Pembukaan Pelaksanaan RCC di Universitas Mercu Buana Kampus Pejaten.
Recognition Current Competency (RCC) merupakan Perpanjangan Sertifikasi Kompetensi Asesor, Pengembangan Materi Uji Kompetensi (MUK) dan Tempat Uji Kompetensi (TUK). Refreshment dan Pelatihan RCC Asesor ini dilaksanakan selama 2 Hari, pada tanggal 16 dan 17 Januari 2025 yang diikuti 48 peserta.
Lihat Detail
Pelaksanaan RCC (Recognition of Current Competency) merujuk pada proses penilaian untuk mengakui kompetensi yang sudah dimiliki masing-masing peserta. RCC ini dilaksanakan untuk perpanjangan Lisensi Assesor Kompetensi yang sudah dimiliki.
Lihat Detail
Universitas Mercu Buana terus menunjukkan komitmennya untuk menghasilkan lulusan yang siap menghadapi dunia industri dengan mengadakan acara RCC (Recognition of Current Competency) yang diselenggarakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Universitas Mercu Buana pada Kamis-Jumat (16-17/01). Acara ini berlangsung selama dua hari, bertujuan untuk memperdalam pemahaman dan keterampilan para assessor kompetensi dalam menjalankan uji sertifikasi yang sesuai dengan standar industri.
Dalam sambutannya, Dr. Irmulansati Tomohardjo, SH, MSi, menegaskan bahwa program LSP P1 yang ada di UMB tidak hanya memberikan manfaat bagi mahasiswa di kampus, tetapi juga untuk siswa SMA dan SMK yang telah memiliki LPS P1 di sekolah mereka.
"Ini adalah bagian dari nilai jual Universitas Mercu Buana kepada calon mahasiswa, dan kita harus menjaga kualitas yang telah kita bangun," ujar Irmulansati.
Warek Bidang Kerjasama dan Mahasiswa ini juga menambahkan bahwa uji kompetensi yang diterbitkan oleh UMB menjadi bukti bahwa mahasiswa telah memenuhi standar yang dibutuhkan oleh industri.
Selain itu, Irmulansati menyampaikan bahwa pada tahun 2025, seluruh mahasiswa di UMB diwajibkan untuk mengikuti uji kompetensi pada semester 6 dan 7. "Kami berkolaborasi dengan LSP P3 dan mendapatkan dukungan penuh dari pimpinan universitas untuk mewajibkan sertifikasi kompetensi bagi mahasiswa. Ini merupakan keunggulan kita yang harus kita perkuat untuk masa depan mereka," tambahnya.
Haekal Fajri Amrullah, S.Ikom, M.Comn., Ketua LSP Universitas Mercu Buana, juga mengungkapkan pencapaian besar pada tahun 2024. "Kami berhasil menambah 46 skema kompetensi yang relevan dengan berbagai bidang di industri. Ini tidak hanya hasil kerja keras kami di LSP, tetapi juga dukungan dari pengurus sebelumnya," jelas Haekal.
Tantangan besar yang dihadapi generasi Z, dengan kurangnya motivasi dan inisiatif, menjadi perhatian khusus bagi LSP. "Kami ingin melihat bagaimana employability skills mahasiswa digali melalui uji kompetensi ini, agar mereka siap menghadapi dunia industri," tegas Haekal.
Ketua LSP Mercu Buana ini juga berharap agar para assessor kompetensi terus memperdalam pemahaman dan mendiskusikan filosofi uji kompetensi, agar proses sertifikasi semakin sempurna.
Dalam wawancara terpisah, Haekal menambahkan bahwa RCC merupakan agenda rutin untuk memperpanjang lisensi atau sertifikat assessor kompetensi sesuai dengan ketentuan BNSP. Para assessor kompetensi diberikan pelatihan mendalam untuk memperkuat pemahaman metodologi uji kompetensi dan membuat materi uji yang sesuai dengan harapan industri.
Universitas Mercu Buana, melalui LSP, memastikan bahwa setiap mahasiswa yang lulus dari kampus ini memiliki kompetensi yang terukur dan diakui oleh industri. Ke depannya, Universitas Mercu Buana berharap agar semua mahasiswa dapat menyelesaikan proses sertifikasi dengan hasil yang memuaskan, membuka lebih banyak peluang untuk sukses di dunia kerja.
Dengan program sertifikasi yang terus berkembang dan ditingkatkan, Universitas Mercu Buana tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga pada kesiapan mahasiswa untuk memasuki dunia profesional dengan keterampilan yang relevan dan dibutuhkan industri.
Lihat Detail
Uji Kompetensi bagi mahasiswa yang diwajibkan untuk mahasiswa semester akhir diharapkan para lulusan dapat mengukur tingkat kemampuannya, dapat meningkatkan dan persiapan untuk terjun ke dunia kerja, memperkuat rasa percaya diri, meningkatkan kredibilitas dan kualifikasi serta sebagai gambaran bagi universitas dalam evaluasi kurikulum. Uji kompetensi memberikan manfaat untuk memastikan bahwa mahasiswa siap menghadapi dunia profesional dengan keterampilan dan pengetahuan yang relevan.
Lihat DetailBrosur Sertifikasi Profesi
